Minuman Dari Bunga Rosella

Minuman Dari Bunga Rosella

Menengkok sekilas tentang keberadaan bunga rosella, pada tahun 1576 ada seorang ahli botani asal Belanda bernama M. de L’Obel menemukan tanaman ini dihalaman sebuah rumah di pulau Jawa. Diduga Tanaman ini dibawa oleh pedagang India saat datang ke indonesia pada abad ke-14. Memang banyak yang beranggapan berbeda-beda tentang asal mula Bunga Rosella tersebut. Ada yang bilang bahwa rosella berasal dari Afrika, namun yang jelas Bunga Rosella telah banyak ditemukan di Indonesia sejak beberapa abad yang lalu. Hanya saja masyarakat belum begitu mengenal dan mengetahui manfaat atau khasiat dari Bunga Rosella tersebut.

Apabila anda tertarik untuk membuat minuman dari bunga rosella yang bermanfaat dan mengandung banyak zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh, caranya sangat sederhana

1. Cukup cuci bersih bunga rosela
2. Lalu bagi atau pisahkan kelopak bunga menjadi beberapa bagian
3. Seduh dengan air hangat
4. Tunggu beberapa menit hingga warna air berubah menjadi kemerahan
5. Jika sudah berwarna kemerahan, Minuman Bunga Rosella bisa dinikmati saat hangat maupun dingin.

Selain dapat diolah menjadi minuman es maupun hangat, Belakangan ini, bunga rosella atau yang dikenal dengan nama teh merah diketahui mempunyai manfaat banyak sekali dan tidak mengakibatkan efek samping seperti pada teh yang lainnya. Apa saja yang terkandung didalam bunga rosella ?

Jika kita lihat pada kelopak bunga rosella ini mempunyai kandungan zat-zat penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Zat tersebut berupa Vitamin A, Vitamin C, Protein esensial, Kalsium serta 18 jenis asam amino juga arginina dan legnin yang berfungsi cukup baik untuk proses pembaruan sel-sel tubuh. Hal ini sudah diteliti oleh pakar-pakar kesehatan modern dan tradisional di berbagai negara di dunia.

Senyawa lain yang terkandung di bunga rosella antara lain seperti Antosianin, Asam protosatekuat, Asam askorbat, Ekstrak saliks, Glikosida cardiac, Flavonoid, Saponin, Alkaloid, Sardenoleda, dll. Selain itu, Rosella yang sudah dikeringkan mengandung Flavonoid gosypetin, Hibiscetine, dan Sabdaretine.

Dalam penelitian Ir Didah Nurfaridah pada tahun 2005, kelopak bunga rosella yang kering mengandung antioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kumis kucing atau bunga knop. Antosianin merupakan pigmen alami yang memberi warna merah pada seduhan kelopak bunga rosella, juga bersifat antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas.